NAMA : MOCHAMAD RIZKY MAULANA
KELAS : 4EA19
NPM : 14211534
1. Kriteria dan Prinsip Utilitarianisme
KELAS : 4EA19
NPM : 14211534
1. Kriteria dan Prinsip Utilitarianisme
Ada
tiga kriteria objektif dijadikan dasar objektif sekaligus norma untuk menilai
kebijaksanaan atau tindakan.
a.Manfaat
: bahwa kebijkaan atau tindakan tertentu dapat mandatangkan manfaat atau
kegunaan tertentu.
b.Manfaat terbesar : sama halnya seperti yang di atas, mendatangkan manfaat yang lebih besar dalam situasi yang lebih besar. Tujuannya meminimisasikan kerugian sekecil mungkin.
b.Manfaat terbesar : sama halnya seperti yang di atas, mendatangkan manfaat yang lebih besar dalam situasi yang lebih besar. Tujuannya meminimisasikan kerugian sekecil mungkin.
c.Pertanyaan
mengenai menfaat : manfatnya untuk siapa? Saya, dia, mereka atau kita.
Kriteria yang sekaligus menjadi pegangan objektif etika Utilitarianisme adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang.
Kriteria yang sekaligus menjadi pegangan objektif etika Utilitarianisme adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang.
Dengan
kata lain, kebijakan atau tindakan yang baik dan tepat dari segi etis menurut
Utilitarianisme adalah kebijakan atau tindakan yang membawa manfaat terbesar
bagi sebanyak mungkin orang atau tindakan yang memberika kerugian bagi sekecil
orang / kelompok tertentu.
Atas dasar ketiga Kriteria tersebut, etika Utilitarianisme memiliki tiga pegangan yaitu :
1.Tindakan yang baik dan tepat secara moral
2.Tindakan
yang bermanfaat besar
3.Manfaat
yang paling besar untuk paling banyak orang.
Dari ketiga prinsip di atas dapat dirumuskan sebagai berikut :
“
bertindaklah sedemikian rupa, sehingga tindakan itu mendatangkan keuntungan sebesar
mungkin bagi sebanyak orang mungkin”.
2. Nilai positif etika ultilitarinisme
etika
ultilitarinisme tidak memaksakn sesuatu yang asing pada kita. Etika ini justru
mensistematisasikan dan memformulasikan secara jelas apa yang menurut
penganutnya dilakukan oleh kita sehari–hari.
Etika ini sesungguhnya mengambarkan apa yang sesungguhnya dilakukan oleh orang secara rasional dalam mengambil keputusan dalam hidup, khususnya dalam haal morl dn juga bisnis.
Nilai positif etika ultilitarinisme adalah
a.Rasionlitasnya.
Prinsip moral yang diajukan oleh etika ultilitarinisme tidak didasarakan pada
aturan – aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami.
b.Universalitas.
Mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi banyak orang
yang melakukan tindakan itu.
Dasar
pemikirannya adalah bahwa kepentingan orang sama bobotnya. Artinya yang baik
bagi saya, yang baik juga bagi orang lain.
Will
Kymlicka, menegaskan bahwa etika ultilitarinisme mempunyai 2 daya tarik yaitu :
a.etika ultilitarinisme sejalan dengan instuisi moral semua manusia bahwa kesejahterahan manusi adalah yang paling pokok bagi etika dan moralitas
a.etika ultilitarinisme sejalan dengan instuisi moral semua manusia bahwa kesejahterahan manusi adalah yang paling pokok bagi etika dan moralitas
b.etika
ultilitarinisme sejalan dengan instuisi kita bahwa semua kaidah moral dan
tujuan tindakan manusia harus dipertimbangkan, dinilai dn diuji berdsarkan
akibatnya bagi kesejahterahan manusia.
3. etika ultilitarinisme sebagai proses dan standar penilaian
3. etika ultilitarinisme sebagai proses dan standar penilaian
etika
ultilitarinisme juga dipakai sebagai standar penilaian bagi tindakan atau
kebijakan yang telah dilakukan. Keriteria – keriteria di atas dipakai sebagai
penilai untuk mengetahui apakah tindakan atau kebijakan itu baik atau tidk
untuk dijalankan. Yang paling pokok adalah tindakan atau kebijakan yng telah
terjadi berdasarkan akibat dan konsekuensinya yaitu sejauh mana ia menghasilkan
hasil terbaik bagi banyak orang.
Sebagai
penilaian atas tindakan atau kebijakasanaan yang sudah terjadi, criteria etika
ultilitarinisme dapat juga sekligus berfungsi sebagai sasaran atau tujuan
ketika kebijaksanaan atau program tertentu yng telah dijalankan itu akan
direvisi.
4. Analisis keuntungan dan kerugian
etika
ultilitarinisme sangat cocok dipakai untuk membuat perencanaan dan evaluasi
bagi tindakan atau kebijakan yang berkaitan dengan orang banyak. Dipakai secara
sadar atau tidaak sadar dalam bidang ekonomi, social, politik yang menyangkut
kepentinagan orang banyak.
5. Kelemahan etika ultilitarinisme
a.Manfaat
merupakan sebuah konsep yang begitu luas sehingga dalam praktiknya malah menimbulkan
kesulitan yang tidak sedikit. Kaarena manfaat manusia berbeda yang 1 dengan
yanag lainnya.
b.Persoalan
klasik yang lebih filosofis adalag bahwa etika ultilitarinisme tidak pernaah
menganggap serius suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan
nilai dari suatu tindakan sejauh kaitan dengan akibatnya. Padahal, sangat
mungkin terjadi suatu tindaakan pada dasarnya tidak baik, tetapi ternyata
mendatangkan keuntungan atau manfaat
c.
etika ultilitarinisme tidk pernah menganggap serius kemauan atau motivasi baik
seseorang
d.
variable yang dinilai tidaak semuanya bisa dikuantifikasi. Karena itu sulit
mengukur dan membandingkan keuntungan dan kerugian hanya berdasarkan variable
yang ada.
e.Kesulitan dalam menentukan prioritas mana yang paling diutamakan.
f.Bahwa etika ultilitarinisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingn mayoritas. Yang artinya etika ultilitarinisme membenarkan penindasan dan ketidakadilan demi manfaat yang lebih bagi sekelompok orang.
6.Jalan keluar
Para
filsuf yang menganut etika ultilitarianisme antara lain menaanggapi kritik tas
kelemahan = kelemahan etika ini dengan membuat perbedaan antara
ultilitarianisme aturan dan ultilitarianisme tindakan.
Itu
berarti bukanlah suatu tindakan medapatkan manfaat terbesar bagi banyak orang
tetapi yang pertama kali ditanyakan adalah apakah tindakan itu sesuai dengan
aturan moral yang harus diikuti oleh semua orang. Jadi dalam hal ini suatu
tindakan dapat dilakukan jika dapat memenhuni atau sesuai dengan aturan moral
yang berlaku lalu dari situ baru kita dapat tentukan apakah tindakan tersebut
dapat mendatangkan manfaat bagi sebesar mungkin orang.
Dengan
cara ini kita bisa mempertimbangkan secaraa serius semua hak dan kepentingan
semua pihak terkait secara sama tanpa memihak, termasuk hak dan kepentingan
kita (contohnya perusahaan). Dengan demikiaan pada akhirnya kita bis sampai
pada jalan keluar yang dapat dianggap paling maksimal menampung kepentingan
semua pihak yang terkait dan memuaskan semua pihak, walaupun bukan yang paling
sempurna.
Inti
dari etika ultilitarianisme adalah harapan agar kebijaksanaan atau tindakan
bisnis apa pun dan dari peusahaan manapun akan bermanfaat bagi semua pihak yang
terkait yang berkepentingan, terutama dalam jangka panjang. Tetapi kalau ini
tidak memungkinkan, dimana ada pihak yang dikorbankan
Sumber : http://rinaeka12.blogspot.com/2009/11/etika-utilitarianisme.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar